Struktur Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck

  Edukasi
Struktur Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck

struktur novel tenggelamnya kapal van der wijck

Daftar Isi

1. struktur novel tenggelamnya kapal van der wijck

Di wilayah Mengkasar, di tepi pantai, di antara Kampung Baru dan Kampung Mariso berdiri sebuah rumah bentuk Mengkasar. Di sanalah hidup seorang pemuda berumur 19 tahun. Pemuda itu bernama Zainuddin. Saat ia termenung, ia teringat pesan ayahnya ketika akan meninggal. Ayahnya mengatakan bahwa negeri aslinya bukanlah Mengkasar.

2. Tema tenggelamnya kapal van der wijck Alur tenggelam nya kapal van der wijck Tokoh tenggelamnya kapal van der wijck Penokohan tenggelamnya kapal van der wijck Latar,,latar tempat,,latar waktu,,latar suasana tenggelam nya kapal van der wijck Sudut pandang kapal van der wijck Amanat tenggelammya kapal van der wijck

Jawaban:

dek maaf soalnya yg mana ya

Penjelasan:

terus kelas berapa

3. amanat dalam novel tenggelamnya kapal van der wijck?​

Jawaban:

Novel ini memb
eri banyak pelajaran dan amanat bagi pembacanya. Diantaranya, jangan menilai segala sesuatu dengan materi karena materi tidak menjanjikan kebahagiaan, seperti saat Hayati menikahi Azis yang berasal dari keluarga kaya, ia tak merasa bahagia karena Azis ternyata seorang pemuda yang tak bertanggung jawab.

4. Saya telah membaca novel tenggelamnya kapal van der wijck karya hamka

aku hanya ingin mendapatkan poinnya

tetapi aku belum pernah membaca nya tentang apa itu ?

5. resensi novel tenggelamnya kapal van der wijck

Mapel : B. Indonesia
Tingkat : SMP
Materi : Resensi

Judul : Tenggelamnya Kapal Van der Wjick
Penulis : Hamka
Penerbit : Bulan Bintang
Tahun Terbit : 2012
Tebal : 236 halaman

Isi Cerita
Diawali dengan kisah percintaan Zainuddin dan Hayati yang penuh drama. Namun, hubungan mereka tidak disetujui oleh ibu Hayati, dengan alasan Zainuddin berbeda adat dengan mereka. 

Hayati akhirnya menikah dengan Azis dan ibunya sepakat menerima Azis dan menolak lamaran Zainuddin. Azis anak orang berada yang masih sesuku dan terikat kerabat walaupun jauh dengan ibu Hayati. Awal pernikahan Hayati dan Azis sangat bahagia karena Azis pandai mengambil dan menyenangkan hati Hayati. Namun tanpa sepengetahuan Hayati, Azis adalah tipe pemuda yang suka menghamburkan uang, berjudi, mabuk-mabukkan dan suka bermain perempuan.

Mendengar pernikahan Hayati dan penolakan atas pinangannya, Zainuddin pun jatuh sakit, ia seperti orang tidak waras yang selalu memanggil nama Hayati. Atas permintaan dokter dan izin dari Azis suaminya akhirnya Hayati pun menjenguk Zainuddin. Dengan sekejap sakitnya langsung sembuh. Setelah sembuh dari sakit Zainuddin menjadi penulis yang terkenal di tanah Jawa. Seiring berjalannya waktu juga akhirnya Azis bangkrut kemudian rela menceraikan Hayati demi Zainuddin yang telah banyak membantunya saat itu dan bunuh diri di sebuah hotel. Tetapi Zainuddin menolak untuk menerima Hayati demi membalas dendamnya terhadap Hayati atas pengkhianatan yang dilakukan Hayati.

Hayati bertolak pulang dengan perasaan sedih menaiki kapal Van Der Wijck. Kapal tersebut tenggelam dalam perjalanan tetapi Hayati berhasil diselamatkan. Dia meninggal setelah Zainuddin mengajarkannya mengucap kalimat syahadah. Zainuddin juga meninggal tidak lama kemudian karena menanggung penyesalan yang tidak berkesudahan.

6. kaitan novel tenggelamnya kapal van der wijck dalam kehidupan nyata ?

karena pernah terjadi1. mengajarkan untuk tidak rasisme
2. mengajarkan untuk bangkit dari keterpurukan
3. mengajarkan untuk belajar agama dengan giat
4. mengajarkan untuk saling berbagi, walau sudah kaya
dll

7. siapa nama ayah Zainuddin dalam novel ‘Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck ?

Jawabannya adalah “Pendekar Sutan”.

>> karna didalamnya diceritakan bahwa ; “Pendekar Sutan” memilih menetap di makassar dan menikah dengan Daeng Habibah dan memperoleh seorang anak bernama zainuddin.

8. perbedaan film dengan novel tenggelamnya kapal van der wijck​

Jawaban:

adanya aspek penciutan, penambahan, maupun perubahan bervariasi pada alur, tokoh dan penokohan, serta latar. Aspek penciutan terjadi dikarenakan adanya keterbatasan teknik dari film yang tidak memungkinkan semua unsur intrinsik pada novel dapat dimasukkan ke dalam film. Aspek penambahan terjadi jika karenakan adanya penafsiran dan proses kreatif dari sutradara yang ikutdimasukkan selama pembuatan film. Aspek perubahan bervariasi terjadidikarenakan adanya media yang berbeda antara novel dan film, sehinggamemungkinkan adanya penambahan bervariasi yang dilakukan saat ceritadiadaptasi ke dalam film.

9. apa perbedaan novel sitti nurbaya dan tenggelamnya kapal van der wijck?

Novel siti nurbaya : tentang cinta
Novel tenggelamnya kapal van der wijck : tentang kapal yang tenggelam

10. Apa keunggulan dari novel tenggelamnya kapal van der wijck

Jawaban:

Kelebihan: roman ini sangat menantang hati pembacanya. Banyak diskusi banyak hal. Salah satunya adalah untuk selalu sabar.

Kekurangan: roman ini terlalu banyak menerbitkan tentang surat Hayati dan Zainuddin jadi membuat sedikit pembaca untuk membaca tulisan surat-surat mereka itu.

11. Penulisan judul buku yang tepat di bawah ini adalah …. a. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck b. Tenggelamnya Kapal van Der Wijck c. Tenggelamya kapal van Der Wijck d. Tenggelamnya Kapal: Van Der Wijck

a. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck semoga membantuPenulisan judul yg tepat ialah a) Tenggelam nya Kapal Van Der Wijck .

12. struktur teks tenggelamnya kapal van der wijck

Berikut ini merupakan struktur teks tenggelamnya kapal van der wijck:

a. Orientasi :

Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck ini adalah merupakan sebuah film yang diangkat dari kisah novel populer karya Buya Hamka yang juga berjudul Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk. Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck ini dibintangi oleh beberapa artis muda berbakat seperti Herjunot Ali, Pevita Pearce, dan juga Reza Rahadian. Film ini dirilis pada tahun 2013, dan film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck besutan sutradara Sunil Soraya ini termasuk film yang sukses di pasaran. Terbukti pemutaran film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck di berbagai bioskop di tanah air selalu menarik banyak penggemar film untuk berbondong-bondong menyaksikan

b. Tafsiran :

Kisah film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck adalah bermula ketika seorang pemuda yang bernama Zainudin yang diperankan oleh Harjunot Ali pada tahun 1930 berlayar dari kelahirannya Makassar menuju ke Batipuh, Padang Panjang. Batipuh Padang Panjang ini adalah tempat kelahiran dari Ayah Zainudin sendiri. Singkat cerita, Zainudin bertemu dengan Hayati yang dimainkan oleh Pevita Pearce yang menjadi bunga persukuan di Minangkabau. Zainuddin pun kemudian jatuh hati kepada Hayati yang kemudian memberikan kata-kata indah nan mempesona yang bisa membuai setiap wanita yang membacanya.

Dari sini kemudian para penikmat film akan disajikan keromantisan yang begitu menyentuh. Setelah masuk memalui romantisme klasik yang menggetarkan, maka kemudian penonton akan digiring untuk menikmati konflik-konflik yang mulai dimunculkan. Salah satunya misalnya adalah konflik ketika hubungan kedua pecinta tersebut tidak mendapatkan restu dari ninik-mamak dan juga para tetua suku karena alasan Zainuddin belum mampan dan tak punya darah minang.

Pada saat menjelang perpisahannya, kedua kekasih tersebut kemudian menuliskan ikrar janji setia akan menjalani hidup bersama suatau hari nanti. Namun keadaan kemudian menjadi lebih dramatis ketika Zainuddin menyaksikan dalam sebuah pertunjukan opera, ia bertemu dengan Hayati yang datang bersama suaminya yaitu Aziz. Kisah cinta mereka berdua kemudian menjadi semakin
pelik.

c. Evaluasi :

Untuk evaluasi dari film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, secara kesluruhan sudah bisa dikatakan sebuah film yang luar biasa. Ada sedikit kekurangan yang mungkin bisa dijadikan pelajaran adalah pada penggunaan properti yang memang banyak menggunakan latar pada tahun 1930an. Sayangnya adalah penggunaan properti tersebut kurang bisa menggiring dan meyakinkan penonton bahwa peristiwa tersebut memang terjadi pada masa 1930an. Selain itu, alur cerita juga terkesan seadanya sehingga membuat konflik yang terjadi kurang begitu menggigit. Kemudian yang kentara lagi adalah penggunaan backsound lagu Nidji yang notabene adalah band modern dengan penggemar anak muda masa kini. Penggunaan lagu ini terasa kurang klop saja untuk film yang bersetting pada tahun 1930an.

Dan terakhir adalah, penggunaan special effect yang kurang menggigit. Special effect di film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck ini terkesan dipaksakan yang sama sekali tidak membuat film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck memiliki nilai lebih.

d. Rangkuman :

Rangkuman atau kesimpulan dari film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck ini, dengan mengesampingkan beberapa kekurangannya, film ini sangat bagus dan layak ditonton dan bisa menarik penonton banyak berdatangan ke bioskop. Bahkan film ini bisa dikatakan sebagai salah satu film terbaik pada tahun 2013 yang lalu dengan penggunaan kata yang tepat dan pemilihan kostum yang apik dari Sammuel Wattimena. Kekuatan dari film ini yang lain adalah penggunaan kalimat yang puitis bisa menjadi kelebihan yang jarang ditemukan untuk film Indonesia saat ini.

Pembahasan

Teks ulasan atau yang disebut juga review text yaitu merupakan teks yang berisi tinjauan dan penilaian suatu karya baik berupa film, buku, karya sastra, dan lain-lain. Sementara itu, ulasan berdasarkan KBBI yaitu berarti kupasan, tafsiran, atau komentar. Maka dari itu, teks ulasan yang umumnya ditulis dalam bentuk dari artikel yang biasanya berisi informasi tentang suatu karya beserta kelebihan dan kekurangannya.

Pelajari lebih lanjutMateri penjelasan tentang teks ulasan terdapat pada link https://brainly.co.id/tugas/608671Materi penjelasan tentang contoh teks ulasan terdapat pada link https://brainly.co.id/tugas/2236265Materi penjelasan tentang tujuan teks ulasan yaitu terdapat pada link https://brainly.co.id/tugas/1720760Detil jawaban

Kelas  : SD/SMP

Mapel : Bahasa Indonesia

Bab     : –

Kode  : –

#AyoBelajar

#SPJ2

13. tenggelamnya kapal Van der Wijck sebuah novel karya​

Jawaban:

haji abdul malik karim amrullah

atau yg biasa di knl dgn hamka

Jawaban: Tenggelamnja Kapal van der Wijck adalah sebuah novel yang ditulis oleh Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau lebih dikenal dengan nama Hamka.

Penjelasan:

14. Fakta sejarah novel tenggelamnya kapal van der wijck adalah …..

Jawaban:

Kapal van der Wijck adalah sebuah kapal mewah yang dibuat pada tahun 1921 yang dinamai menurut Gubernur Jenderal Hindia Belanda Carel Herman Aart van der Wijck. Kapal ini tenggelam pada tahun 1936 di Laut Jawa dan melatarbelakangi penulisan novel Tenggelamnya Kapal van der Wijck oleh Hamka. Novel tersebut diangkat menjadi sebuah film pada tahun 2013.

Kapal van der Wijck pada tahun 1925.

Nama Van der Wijck berasal dari nama Gubermur Jendela Hindia yang memerintah tahun 1839 hingga 1899. Gubernur tersebut bernama Jonkheer Carel Herman Aart Van Der Wijck. Kapal Van de Wijck adalah kapal penumpang yang mewah dan indah. Carel Herman merupakan seorang Belanda yang lahir di Ambon pada 29 Maret 1840 dan meninggal di Baarn, 8 Juli 1914.Semasa hidupnya, Carel Herman pernah melaksanakan tugas dan operasi “Pengendalian Lombok” di bawah perintah Ratu Emma van Waldeck-Pymont.

Kapal Van der Wijck memiliki panjang sekitar 97.5 meter dengan lebar 13.4 meter dan tinggi 8.5 meter.Kapal ini terbagi menjadi tiga kelas, yakni kelas pertama dengan kapasitas 60 penumpang, kelas dua sebanyak 34 penumpang, dan geladak dengan daya tampung 999 penumpang.Kapal Van der Wijck adalah kapal uap milik Koninklijke Paketvaart Maatschappij (KPM) dibuat oleh Maatschappij Fijenoord, Rotterdam tahun 1921. Tahun 1921, kapal tersebut berlayar dari Feyenoord, Rotterdam menuju Indonesia.

Saat itu kapal melayani rute kawasan perairan di Hindia Belanda dan merupakan cikal bakal pelayaran nasional Indonesia (Pelni). Saat tenggelam, kapal tersebut dinahkodai oleh B.C. Akkerman, nahkoda senior dengan pengalaman selama 25 tahun. Selain penumpang, kapal ini pun membawa muatan kayu besi yang rencananya akan dibongkar di pelabuhan Tanjung Priok dan dibawa ke Afrika.Pada 20 Oktober 1936, Kapal Van Der Wijck tenggelam saat berlayar dari Bali menuju Semarang dan akan singgah di Surabaya.Setiba di Surabaya, kapal tercatat membawa muatan 150 ton besi dan 5 buah konsedor dengan masing-masing seberat 3 ton. Pelayaran kapal mewah tersebut berakhir di Perairan Lamongan, Jawa Timur tepatnya di 12 mil dari Pantati Brondong, Lamongan. Diduga, kapal-kapal tersebut membawa barang-barang berharga. Tercatat 153 penumpang selamat, 58 penumpang tewas, dan 42 lainnya hilang seperti di tulis oleh de Telegraaf pada 22 Oktober 1936.

Namun, sebenarnya tidak ada angka pasti karena pencatatan tidak sesuai. Diperkirakan ada 250 orang yang ada di dalam kapal tersebut.Catatan lain menyebutkan jika jumlah penumpang pada saat itu adalah 187 warga pribumi dan 39 warga Eropa. Jumlah awak kapalnya terdiri dari seorang kapten, 11 perwira, seorang telegrafis, seorang steward, 5 pembantu kapal dan 80 ABK dari pribumi.

Surat kabar Australia, The Queenslander yang terbit Kamis 22 Oktober 1936 turut memberitakan tenggelamnya Van der Wijck. Koran tersebut menyebut jika kapal sekonyong-konyong miring saat berada 64 kilometer barat daya Surabaya.Setelah itu hanya butuh enam menit hingga seluruh badan kapal tenggelam. The Queenslander juga menuliskan soal proses evakuasi yang melibatkan banyak orang, dari nelayan, pilot pesawat terbang, hingga kapal Angkatan Laut Belanda.

Saat operasi penyelamatan, pemerintah Hindia Belanda sempat mengerahkan delapan pesawat udara Dornier dikirim untuk menyelamatkan penumpang. Termasuk kapal bantuan dan perahu nelayan setempat turut membantu mengevakuasi korban. Sayangnya, bantuan itu tak dapat menyelamatkan penumpang kapal Sebanyak 75 penumpang dinyatakan hilang. Namun sang nahkoda, Kapten Akkerman justru selamat dari peristiwa itu.Saat kapal tersebut tenggelam, warga yang tinggal di pesisir Pantai Brondong berusaha menyelamatkan para penumpang Kapal Van der Wijck.

Sebagai ucapan terimakasih kepada warga dan untuk mengenang tenggelamnya kapal mewah tersebut, Pemerintah Hindia Belanda mendirikan Monuman Van der Wijck. Monumen berdiri kokoh di kawasan pantai berbentuk seperti pos pemantau setinggi 15 meter berwarna kuning dan biru. Terdapat dua prasasti di dinding barat dan timur monumen. Prasasti terbuat dari pelat besi bertuliskan dalam bahasa Belanda dan Indonesia. Monumen tersebut letaknya dekat dari Jalan raya baik yang menuju ke pelabuhan TPI Brondong atau jalan raya pantai utara tidak jauh dari kawasan Wisata Bahari Lamongan.

Penjelasan:

ini yang dek / kak jawabannya makasih udah percaya sama aku thanks and arigatou

15. orientasi teks ulasan novel tenggelamnya kapal van der wijck

Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk atau TKVDWmerupakan adaptasi dari roman karya Buya Hamka yang diangkat ke layar lebar dan dibintangi oleh Herjunot Ali, Pevita Pearce, dan Reza Rahadian. TKVDW mulai diputar di bioskop Indon
esia pada tanggal 19 Desember 2013. Film arahan Sunil Soraya ini menurut situs filmindonesia.or.id berhasil menduduki peringkat teratas sebagai film paling banyak ditonton sepanjang tahun 2013. Di film ini, rangkaian kata-kata indah dari Buya Hamka bisa kita nikmati melalui karakter Zainuddin dan Hayati.

16. berikan catatan penting yang ada pada novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck​

Jawaban:

Beberapa catatan penting yang ada dalam novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Hamka adalah tentang cinta yang sejati, tulus dan cinta yang setia antara sepasang kekasih, perjuangan untuk mempertahankan kemuliaan dan harga diri, nilai-nilai pendidikan yang terdapat dalam unsur instrinsik sastra dan kritik terhadap adat Minangkabau yang menganut sistem matrilineal.

Jawaban:

Novel “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck” ditulis oleh Pramoedya Ananta Toer dan pertama kali diterbitkan pada tahun 1979.

Novel ini bercerita tentang kisah cinta antara Zayn al-Din dan Layla, yang terjadi di kota Minangkabau pada abad ke-19.

Novel ini menggambarkan perbedaan sosial dan budaya antara kaum aristokrat dan kaum masyarakat biasa di Minangkabau pada masa itu.

Novel ini juga mengeksplorasi tema-tema seperti cinta, kesetaraan, dan perjuangan untuk mencapai kebebasan.

Novel ini menjadi salah satu novel yang paling penting dan berpengaruh dalam sastra Indonesia.

Novel ini diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dan diadaptasi menjadi film, drama teater dan opera.

Novel ini juga mengandung unsur-unsur sejarah pada periode penjajahan Belanda yang menyebabkan dilarang untuk diterbitkan dan dibaca oleh pemerintah Orde Baru.

Novel ini menjadi salah satu novel yang diakui sebagai karya sastra yang memiliki nilai sejarah, budaya dan sosial yang tinggi.

17. resensi novel tenggelamnya kapal van der wijck per sub bab

Jawaban:

Penjelasan:

Soalnya apa

18. adat kebiasaan, dan etika dalam novel tenggelamnya kapal van der wijck

Saya punya novelnya, tapi gak ngerti apa maksud adat kebiasaan dan etika. Yg jelas, disana diceritakan bahwa perempuan dan laki-laki tidak boleh bercinta-cintaan (pacaran, kirim-kiriman surat dsb). Adat kebiasaannya adalah gadis yg bersuku padang gabole nikah sama org yg beda suku. Novel ini sendiri menceritakan kisah kasih tak sampai. Semoga dapat membantu.

19. ceritakan kembali novel tenggelamnya kapal van der wijck​

Pada suatu masa di Desa Batipuh, Minang Kabau terjadi pertengkaran antara Mamak dan kemenakannya. Pertengkaran itu berujung pada kematian Sang Mamak, Datuk Mantari Labih ditangan kemenakannya, Pandekar Sutan. Pandekar Sutan lalu menjalani masa hukuman dan pembuangan di Cilacap dan terakhir dia dibuang ke Bugis. Setelah menjalani masa tahanan Pandekar Sutan menetap dan bekerja di Mengkasar. Karena dia menunjukkan budi pekerti yang baik akhirnya Pandekar Sutan diambil mantu oleh seorang seorang Mengkasar keturunan melayu. Ia dinikahkan dengan puteri buangsunya bernama Habibah.

Ditahun keempat perkawinan Pandekar Sutan dan Habibah hadirlah Zainuddin. Tetapi malang diusia sembilan bulan Zainuddin harus kehilangan kasih sayang Ibunya dan dia kemudian diasuh oleh Ayahnya dan Mak Base, pembantu keluarga Pandekar Sutan yang berasal dari Bulukumba. Tak lama kemudian ketika Zainuddin masih balita Ayahnya juga berpulang ke hadirat Illahi. Mak Base-lah yang kemudian mengasuh Zainuddin hingga dewasa.

Mak Base mengasuh dan mendidik Zainuddin dengan sangat baik hingga asuhannya itu tidak lupa akar keluarganya. Darah Minang yang mengalir dalam dirinya membuat Zainuddin selalu terkenang dan berhasrat untuk bisa datang ke kampung tempat ayahnya berasal. Di Mengkasar sendiri Zainuddin tidak sepenuhnya diterima dalam lingkungan karena orang-orang selalu memandang dirinya sebagi anak Minang. Hasrat Zainuddin untuk bisa dating ke Minang Kabau sudah tidak terbendung. Dan suatu hari berangkatlah Zainuddin berlayar menuju kampung halamannya dengan diiringi derail air mata dan alunan do’a dari Mak Base.

Setelah menempuh perjalanan laut dan darat akhirnya Zainuddin tiba di dusun Batipuh. Awalnya Zainuddin diterima dengan sumringah oleh sanak saudaranya tetapi lama-kelamaan ia pun menginsyafi bahwa adat Minangkabau sangatlah berbeda. Orang-orang memandang dia sebagai orang jauh, orang Bugis, orang Mengkasar atau dalam bahasa Minangkabau disebut “ Anak Pisang “. Di dusun Batipuh ini Zainuddin bertemu dengan belahan jiwanya bernama Hayati. Tetapi kisah cinta Zainuddin dan Hayati membentur tembok peraturan-peraturan adat pusaka yang kokoh dan kuat dalam suatu negeri yang bersuku, berlembaga, berkaum kerabat dan berninik mamak.

Zainuddin terpaksa menyingkir ke Padang Panjang. Selain menunggu pujaan hatinya, di Padang Panjang Zainuddin memperdalam ilmu agama dan pengetahuannya karena di kota itu telah berdiri sekolah-sekolah bagus. Tetapi penantian Zainuddin tidak berujung indah karena Hayati akhirnya memilih untuk diperistri oleh Aziz, kakak sahabatnya yang bernama Khadijah. Luluh lantaklah hati si Yatim-Piatu yang terbuang itu, terlebih lagi disaat yang sama Zainuddin mendapat kabar kalau Mak Base, pengasuhnya juga telah berpulang.

Singkat cerita penderitaan yang datang bertubi-tubi itu membuat Zainuddin menjadi pribadi lain yang lebih tangguh. Berbekal uang warisan dari ayahnya Zainuddin mempertaruhkan peruntungan nasibnya di tanah Jawa. Kota pertama yang disinggahinya adalah Jakarta. Di Jakarta dia bekerja sebagai penulis lepas yang membuat hikayat atau cerita bersambung. Tulisan Zainuddin banyak peminatnya karena jiwa pengarangnya membuat dia selalu mengasilkan hikayat atau cerita yang isinya sangat menyentuh kalbu pembacanya. Zainuddin di kenal oleh pembacanya dengan nama pena “ Z ”. Keberhasilan Zainuddin menaklukkan Jakarta tidak terlepas dari jasa Muluk seorang “ perawa ” yang memilih insyaf dan selalu memanggil Zainuddin dengan sebutan Guru.

Tak berapa lama tinggal di Jakarta, zainuddin memutuskan untuk pindah ke Surabaya dengan alasan supaya dia bisa lebih dekat dengan kampung halamannya di Mengkasar. Berbekal pengalaman di Jakarta tak sulit bagi Zainuddin untuk memperoleh kejayaan di Surabaya. Di Surabaya Zainuddin selain dikenal dengan nama pena “ Z “ ia juga di kenal dengan nama “ Tuan Shabir “. Zainuddin juga aktif di perkumpulan “ Anak Sumatera “ dan menjadi motor penggerak dari kelompok Tonil “ Andalas “

Di Surabaya ini lah cinta Zainuddin dan Hayati di uji kembali. Sayangnya kisah cinta kedua anak manusia yang saling mengasihi ini tidak membuahkan kebahagiaan di dunia. Jiwa keduanya harus karam seiring dengan tenggelamnya Kapal Van Der Wick.

Kisah cinta yang mendayu dan mengharu-biru ini dituturkan oleh HAMKA dengan bahasa yang “ rancak “ , indah khas melayu. Jangan berharap menemukan kata-kata berbau

Video Terkait