Kurva Berikut Menggambarkan Perubahan Ph Pada Titrasi

  Edukasi
Kurva Berikut Menggambarkan Perubahan Ph Pada Titrasi

Kurva berikut menggambarkan perubahan ph pada titrasi

Daftar Isi

1. Kurva berikut menggambarkan perubahan ph pada titrasi

Jawaban:

mengapa? Karena kurvanya berawal dari bawah dengan maksud asam kuat ditetesi dengan basa kuat

2. Gambarkan kurva yang menggambarkan perubahan pH pada titrasi!

Jawaban:

Maaf Pertanyaan Nya Yang Lebih Panjang Dong Agar Lebih Di Mengerti

Penjelasan:

Panjangin Pertanyaan Nya Biar Bisa Di Jawab!

3. Kurva berikut menggambarkan peribahan pH pada titrasi…

Kurva berikut menggambarkan perubahan pH pada titrasi asam kuat dan basa kuat

Pembahasan

Kurva titrasi merupakan gambaran/grafik yang menunjukkan perubahan pH titrasi terutama asam basa terhadap jumlah volum asam basa.

Grafik ini dapat menjelaskan bahwa :

Jika larutan basa dititrasi dengan larutan asam maka grafik pH larutan akan turun dan grafik akan menunjukkan penurunan

Sebaliknya jika larutan asam dititrasi dengan larutan basa maka pH akan naik dan grafik akan menunjukkan kenaikan

Sifat larutan dapat ditunjukkan melalui indikator asam basa yang menghasilkan warna berbeda dalam larutan asam basa.

Titik saat pH pada asam basa ekivalen dinamakan titik ekivalen

Titk saat pH pada indikator berubah warna dinamakan titik akhir

Pada titrasi Asam Kuat dengan Basa Kuat , titik ekivalen pada pH=7

Pada titrasi Asam Lemah dengan Basa Kuat, titik ekivalen pada pH antara 8-9

Pada titrasi Basa Lemah dengan Asam Kuat, titik ekivalen pada pH antara 5-6

Ada beberapa indikator yang telah memiliki trayek pH sendiri yang dapat disesuaikan dan digunakan untuk titrasi.

Diketahui

Kurva titrasi asam basa

Ditanya

Jenis titrasi pada kurva

Jawab

Dari grafik yang ada,dapat ditunjukkan bahwa :

Grafik memiliki kecenderungan naik, berarti titrasi merupakan jenis titrasi larutan asam yang ditetesi dengan larutan basaTitik ekivalen terjadi pada pH 7 pH pada kurva awal menunjukkan pH rendah biasanya dimilki pH dari asam kuat, Kurva cenderung naik sedikit demi sedikit, dan terjadi perubahan pH yang drastis sekitar titik ekivalen (pH antara 4-10), menunjukkan pentitran adalah basa kuat, karena dengan tetes-an sedikit saja  dari basa kuat setelah titik ekivalen, akan terjadi perubahan pH yang drastis.indikator yang sesuai  untuk titrasi ini dapat menggunakan phenolphtalein (trayek pH 8,3 – 10) atau bromtimol biru (trayek pH 6 -7,6)

Dari gambaran diatas dapat dismpulkan bahwa kurva titrasi diatas adalah titrasi antara asam kuat dan basa kuat, dimana pH ekivalen terjadi pada pH=7, dan lonjakan garis kurva naik secara tajam sekitar titik ekivalen

Pelajari lebih lanjut

kesalahan titrasi brainly.co.id/tugas/851621

menentukan jumlah molekul air dengan titrasi brainly.co.id/tugas/15102123

macam indikator brainly.co.id/tugas/4178847

pengertian indikator brainly.co.id/tugas/7171473

macam-macam indikator brainly.co.id/tugas/1943584

—————–

Detil jawaban

Kelas : 11

Mapel : Kimia

Bab : titrasi asam basa

Kode : 11.7.9

Kata kunci : titrasi asam basa, kurva titrasi, asam kuat basa kuat, indikator, pH, titik ekivalen

>>>>ayo semangat belajar, kamu pasti bisa! <<<<<

4. Perhatikan kurva titrasi 25 ml HCL 0,1 M dengan koh 0,1 hitunglah PH larutan pada saat titrasi dengan 30 ML volume KOH

Suatu larutan 25 ml HCl 0.1 M dititrasi dengan 30 ml KOH 0.1 M maka jumlah mol keduanya adalah:

n HCl = M x V = 0.1 x 25 = 2.5 mmol

n KOH = M x V = 0.1 x 30 = 3 mmol

Maka pada saat kesetimbangan diperoleh:

           HCl + KOH ⇒ KCl + H2O

mula  :  2.5      3            –        –

reaksi:  2.5    2.5        2.5     2.5

akhir  :   –       0.5        2.5     2.5

Pada saat kesetimbangan HCl habis bereaksi dan tersisa KOH dengan konsentrasi:

M KOH = n/V = 0.5/(25+30) = 0.009 M

Maka konsentrasi ion OH- adalah:

[OH-] = Mb x b = 0.009 x 1 = 0.009

maka pH larutan adalah:

pOH = – log [OH-] = – log 0.009 = 3 – log 9

pH = 14 – pOH = 14 – 3 + log 9 = 11 + log 9

Pembahasan

Asam dan basa merupakan zat imia yang umum kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Pernahkah kalian mengamati soda kue, cuka dan asam sitrun? Soda kue adalah contoh bahan makanan yang bersifat basa, sedangkan cuka masak dan asam sitrun adalah contoh zat yang bersifat Asam.

Untuk mengetahui apakah suatu zat bersifat asam atau basa maka tidak diakukan dengan mencium atau bahkan mencicipi zat tersebut, karena beberapa zat asam dan basa bersifat berbahaya. Asam Sulfat (H2SO4) dalam aki merupakan asam kuat dan akan melepuh jika mengenai kulit. Untuk menentukan apakah suatu zat dikatakan asam atau basa maka digunakan pH meter. Asam memiliki pH < 7 sedangkan basa memiliki pH>7.

Teori Asam-Basa dibagi menjadi beberapa bagian:

Asam-basa Arrhenius menyatakan bahwa suatu zat bersifat asam jika membentuk ion H+ ketika direaksikan dengan air. Suatu zat dikatakan basa apabila membentuk ion OH- keteika direaksikan dalam air. ion H+ adalah pembawa asam sedangkan ion OH- adalah pembawa basa.Asam-Basa Bronsted-Lowry menyatakan bahwa suatu zat dikatakan asam apabila menjadi donor proton (H+) dan dikatakan sebagai basa apabila bertindak sebagai acceptor/penerima proton (H+).Asam-basa Lewis menyatakan bahwa suatu zat dikatakan asam apabila menerima pasangan elektron dan dikatakan basa apabila menjadi donor pasangan elektron.

Kekuatan asam (Ka) dinyatakan sebagai rasio antara jumlah mol ion H+ yang terbentuk dengan jumlah mol larutan asam mula-mula. Sedangkan Kekuatan basa (Kb) dinyatakan sebagai rasio antara jumlah mol ion OH- yang terbentuk dengan jumlah mol larutan basa mula-mula. Semakin kecil nilai Ka dan Kb maka asam dan basa digolongkan ke dalam asam lemah dan basa lemah. contoh asam kuat adalah HCl, HBr, HI, HNO3 H2SO4, HClO4, HClO3 dll. Contoh asam lemah adalah H3PO4, H2S, HCN, HCOOH, CH3COOH, HNO2, HF dll. Contoh basa kuat adalah KOH, NaOH, Mg(OH)2, Ba(OH)2 dll sedangkan contoh basa lemah adalah NH4OH.

konsentrasi ion H+ dalam asam dinyatakan dengan:

Asam kuat : [H+] = Ma x a

Asam lemah : [H+] = √Ka x Ma

Sedangkan derajat keasamaan dinyatakan dengan:

pH = – log [H+]

konsentrasi ion OH- dalam basa dinyatakan dengan:

Basa kuat : [OH-] = Mb x b

Basa lemah : [OH-] = √Kb x Mb

Sedangkan derajat keasamaan dinyatakan dengan:

pOH = – log [OH-]

pH = 14 – pOH

Ketika larutan asam dan basa dicampurkan maka akan terjadi reaksi penetralan menghasilkan garam dan molekeul air, misalnya:

HCl + NaOH ⇒ NaCl + H2O

HCl adalah asam kuat, NaOH adalah larutan basa kuat, NaCl adalah garam yang dihasilkan. Pada reaksi penetralan ini HCl yang semula memiliki pH < 7 jika ditambahkan NaOH dengan pH > 7 maka akan tercapai kondisi ekuivalen yaitu ketika:

Ma x Va x a = Mb x V
b x b

Pada kondisi ekuivalen akan tercapai pH pada kisaran 7. karena garam NaCl bersifat netral

Pelajari Lebih lanjutAsam Kuat pada link brainly.co.id/tugas/6578158Derajat Keasaman pada link brainly.co.id/tugas/9091576Pengukuran pH pada link brainly.co.id/tugas/15386666Detail Tambahan

Kelas : XI SMA

Mapel : Kimia

Materi : Larutan Asam Basa

Kode : 11.7.5

Kata Kunci : Asam, Basa, teori Arrhenius, Teori Bronsted-Lowry, Teori Lewis

5. 14. Perhatikan grafik titrasi asam basa berikut: 10 2 7 60 Titik ekivalen Kurva tersebut menggambarkan perubahan pH pada titrasi…​

Jawaban:

asam lemah dengan basa kuat

6. kurva titrasi berikut memperlihatkan titrasi antara . . .

kurva berikut menggambarkan perubahan ph pada titrasi asam lemah dan basa kuatPembahasan

Kurva titrasi merupakan gambaran/grafik yang menunjukkan perubahan pH titrasi terutama asam basa terhadap jumlah volum asam basa.

Grafik ini dapat menjelaskan bahwa

Jika larutan basa dititrasi dengan larutan asam maka grafik pH larutan akan turun dan grafik akan menunjukkan penurunanSebaliknya jika larutan asam dititrasi dengan larutan basa maka pH akan naik dan grafik akan menunjukkan kenaikan

Sifat larutan dapat ditunjukkan melalui indikator asam basa yang menghasilkan warna berbeda dalam larutan asam basa.

Titik saat pH pada asam basa ekivalen dinamakan titik ekivalen

Titk saat pH pada indikator berubah warna dinamakan titik akhir

Pada titrasi Asam Kuat dengan Basa Kuat , titik ekivalen pada pH=7

Pada titrasi Asam Lemah dengan Basa Kuat, titik ekivalen pada pH antara 8-9

Pada titrasi Basa Lemah dengan Asam Kuat, titik ekivalen pada pH antara 5-6

Ada beberapa indikator yang telah memiliki trayek pH sendiri yang dapat disesuaikan dan digunakan untuk titrasi.

Diketahui

Kurva titrasi asam basa

Ditanya

Jenis titrasi pada kurva

Jawab

Dari grafik yang ada,dapat ditunjukkan bahwa :

Grafik memiliki kecenderungan naik, berarti titrasi merupakan jenis titrasi larutan asam yang ditetesi dengan larutan basaTitik ekivalen terjadi pada pH diatas 7 , yaitu sekitar pH 8-9 menunjukkan larutan bersifat basapH pada kurva awal terletak pada pH 3-4 yang menunjukkan asam yang dititrasi asam lemahTerjadi lonjakan pH pada titik ekivalen yang tidak terlalu besar antara pH 7 -10Terdapat indikator metil merah (dengan trayek pH 4,2-6,3) dan phenolphtalein (dengan trayek pH 8,3-10)

Dari gambaran diatas dapat dismpulkan bahwa kurva titrasi diatas adalah titrasi antara asam lemah dan basa kuat, dimana pH ekivalen terjadi diatas pH>7, dan lonjakan garis kurva tidak naik secara tajam karena adanya larutan buffer yang terbentuk dari asam lemah dan basa kuat sehingga mempertahankan nilai pH, sampai tetesan/titrasi dari basa kuatnya berlebih

Pelajari lebih lanjut

kesalahan titrasi https://brainly.co.id/tugas/851621

menentukan jumlah molekul air dengan titrasi https://brainly.co.id/tugas/15102123

macam indikator brainly.co.id/tugas/4178847

pengertian indikator brainly.co.id/tugas/7171473

macam-macam indikator brainly.co.id/tugas/1943584

—————–

Detil jawaban

Kelas : 11

Mapel : Kimia

Bab : titrasi asam basa

Kode : 11.7.9

Kaa kunci : titrasi asam basa, kurva titrasi, asam lemah basa kuat, indikator, pH, titik ekivalen

>>>>ayo semangat belajar, kamu pasti bisa! <<<<<

7. gambar dibawah ini adalah kurva perubahan pH pada titrasii?. tolongin yahh sama caranya

Jawabannya C kalo gak salah

8. Kurva berikut menggambarkan peribahan pH pada titrasi…

Bismillahirrohmanirrohim

Jawabnya:A mengapa? Karena kurvanya berawal dari bawah dengan maksud asam kuat ditetesi dengan basa kuat

Semoga bermanfaat

9. berikut ini adalah kurva perubahan harga pH pada titrasi. Daerah kurva yang merupakan larutan penyangga adalah a. P b. Q c. R d. L e. M tolong bantu ya

Jawaban:

b. Q

Penjelasan:

semoga bermanfaat ya beri jawaban terbaik

10. gambarkan kurva titrasi untuk penambahan 15 mL larutan KOH 0,1 M ke dalam 20 mL larutan HCl 0,05 M.tentukan pH sebelum titrasi ,pada titik ekuivalen,dan pada akhir titrasi ketika semua basa telah ditambahkan.spesi apakah yg ada dalam larutan pada akhir titrasi​

pH campuran dari suatu campuran asam dengan basa ditentukan berdasarkan jumlah campuran yang ada.

Pembahasan

Titrasi adalah salah satu metode analisis kimia untuk menentukan konsentrasi suatu larutan dengan cara mereaksikan dengan zat yang telah diketahui konsentrasinya. Prinsip titrasi asam basa dengan mereaksikan asam dengan basa dengan reaksi penetralan.

Proses titrasi asam basa digambarkan dengan suatu grafik yang disebut dengan grafik titrasi asam basa, yang menyatakan perubahan pH selama proses titrasi.

Titrasi asam basa dibedakan menjadi empat jenis, yaitu :

a. Titrasi asam kuat – basa kuat

Salah satu contoh titrasi asam kuat dengan basa kuat adalah titrasi antara larutan HCl dengan larutan NaOH. Pada saat titik ekuivalen tercapai, semua larutan HCl habis bereaksi dengan larutan NaOH membentuk garam NaCl dan air. Oleh karena garam NaCl tidak terhidrolisis maka pH larutan pada titik ekuivalen adalah 7. Titik ekuivalen pada titrasi ini dapat diamati dengan indikator metil merah , bromtimol biru dan fenoftalein.

b. Titrasi basa kuat – asam kuat

Salah satu contoh titrasi basa kuat dengan asam kuat adalah titrasi antara larutan KOH dengan larutan HCl. Pada saat titik ekuivalen tercapai, semua larutan KOH habis bereaksi dengan larutan HCl membentuk garam KCl dan air. Oleh karena garam KCl tidak terhidrolisis maka pH larutan pada titik ekuivalen adalah 7. Titik ekuivalen pada titrasi ini dapat diamati dengan indikator metil merah , bromtimol biru dan fenoftalein.

c. Titrasi asam lemah – basa kuat

Salah satu contoh titrasi asam lemah dan basa kuat adalah titrasi antara larutan CH₃COOH dengan larutan NaOH. Pada saat titik ekuivalen tercapai, semua larutan CH₃COOH habis bereaksi dengan larutan NaOH membentuk garam CH₃COONa dan air. Oleh karena garam CH₃COONa terhidrolisis sebagian dan bersifat basa maka pH larutan pada titik ekuivalen lebih besar dari 7. Titik ekuivalen pada titrasi ini dapat dapat diamati dengan indikator fenoftalein.

d. Titrasi basa lemah – asam kuat

Salah satu contoh titrasi basa lemah dengan asam kuat adalah titrasi antara larutan NH₄OH dengan larutan HCl. Pada saat titik ekuivalen tercapai, semua larutan NH₄OH habis bereaksi dengan HCl membentuk garam NH₄Cl dan air. Oleh karena garam NH₄Cl terhidrolisis sebagian dan bersifat asam maka pH larutan pada titik ekuivalen kurang dari 7. Titik
ekuivalen pada titrasi ini diamati dengan indikator metil merah.

Contoh penentuan pH selama titrasi

Dalam proses titrasi asam basa 20 ml HCl 0,05 M dengan 15 mL KOH 0,1 M

a. Sebelum titrasi dilakukan

[H⁺] = a × Ma

[H⁺] = 1 × 0,05 = 0,05 = 5 × 10⁻²

pH = – log [H⁺]

pH = – log 5 × 10⁻² = 5 – log 2

b. Pada saat titrasi

                      HCl (aq) + KOH (aq)      → KCl (aq)     + H₂O (l)

mula – mula : 1,0 mmol    1,5 mmol           –                       –

reaksi          : 1,0 mmol    1,0 mmol        1,0 mmol         1,0 mmol

                    _________________________________________ +

sisa             :          –         0,5 mmol       1,0 mmol         1,0 mmol

Tersisa KOH sebagai basa kuat.

[OH⁻] = b × Mb

         = 1 × (0,5 mol / 35 mL)

         = 0,014

pOH = 1,85

pH = 12,15

Pelajari lebih lanjut

1. Materi tentang titrasi brainly.co.id/tugas/2426782

2. Materi tentang titrasi asam basa brainly.co.id/tugas/87239

3. Materi tentang indikator asam basa brainly.co.id/tugas/2892122

4. Materi tentang titik ekuivalen brainly.co.id/tugas/10055815

—————————–

Detil jawabanKelas: XIMapel: KimiaBab: Asam dan BasaKode: 11.7.5

Kata Kunci: titrasi asam basa, kadar, volume, persen massa zat, indikator asam basa

11. grafik yang menyatakan perubahan PH pada titrasi asam dengan basa atau sebaliknya disebut

Disebut grafik titrasijawabannya adalah 

” grafik titrasi ”

semoga membantu ya kak ^^

12. Gambarkan kurva titrasi untik penambahan 15 ml larutan KOH kedalam 20 ml larutan Hcl 0,05ml.tentukan Ph pada awal titrasipada titik ekuavalen dan pada akhir titrasi ketika semua basa telah ditambahkan spesi apakah yang ada dalam larutan pada akhir titrasi

Jawaban:

ok nanti saya bantu OK om

13. Search 50 ml NaOH 0,1 dititrasi dengan 100 HCL 0, 1M (KB = 1 ×10^-5) a.Tentukan PH campuran pada setiap 10 ml HCL 0,1 ditambahkanb. Gambarkanlah kurva titrasi nya dan tunjukkan PH titik ekiuvalennya​

50 ml NaOH 0.1 M memiliki pH

[OH-] = Mb x b = 0.1 x 1 = 0.1

pOH = – log [OH-] = – log 0.1 = 1

pH = 14 – pOH = 14 – 1 = 13

pH saat titrasi dengan 10 HCl 0.1 M maka mol HCl adalah

n HCl = M x V = 0.1 x 10 = 1 mmol

n NaOH sisa = (M x V) – 1 = (0.1 x 50) – 1 = 4 mmol

M NaOH = n/V = 4/(50 + 10) = 0.067

pOH = – log [OH-] = – log 0.067 = 2 – log 6.7

pH = 14 – pOH = 14 – 2 + log 6.7 = 12 + log 6.7

pH saat titrasi dengan 20 HCl 0.1 M maka mol HCl adalah

n HCl = M x V = 0.1 x 20 = 2 mmol

n NaOH sisa = (M x V) – 2 = (0.1 x 50) – 1 = 3 mmol

M NaOH = n/V = 3/(50 + 20) = 0.042

pOH = – log [OH-] = – log 0.042 = 2 – log 4.2

pH = 14 – pOH = 14 – 2 + log 4.2 = 12 + log 4.2

pH saat titrasi dengan 50 HCl 0.1 M maka mol HCl adalah

n HCl = M x V = 0.1 x 50 = 5 mmol

n HCl = n NaOH sehingga HCl tepat bereaksi dengan NaOH sehingga larutan bersifat netral (pH=7)

pH saat titrasi dengan 100 HCl 0.1 M maka mol HCl adalah

n HCl = M x V = 0.1 x 100 = 10 mmol

n HCl sisa = 10 – 5 = 5 mmol

M HCl = n/V = 5/(50 + 100) = 0.03

pH = – log [H+] = – log 0.03 = 2 – log 3

Pembahasan

Asam dan basa merupakan zat imia yang umum kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Pernahkah kalian mengamati soda kue, cuka dan asam sitrun? Soda kue adalah contoh bahan makanan yang bersifat basa, sedangkan cuka masak dan asam sitrun adalah contoh zat yang bersifat Asam.

Untuk mengetahui apakah suatu zat bersifat asam atau basa maka tidak diakukan dengan mencium atau bahkan mencicipi zat tersebut, karena beberapa zat asam dan basa bersifat berbahaya. Asam Sulfat (H2SO4) dalam aki merupakan asam kuat dan akan melepuh jika mengenai kulit. Untuk menentukan apakah suatu zat dikatakan asam atau basa maka digunakan pH meter. Asam memiliki pH < 7 sedangkan basa memiliki pH>7.

Teori Asam-Basa dibagi menjadi beberapa bagian:

Asam-basa Arrhenius menyatakan bahwa suatu zat bersifat asam jika membentuk ion H+ ketika direaksikan dengan air. Suatu zat dikatakan basa apabila membentuk ion OH- keteika direaksikan dalam air. ion H+ adalah pembawa asam sedangkan ion OH- adalah pembawa basa.Asam-Basa Bronsted-Lowry menyatakan bahwa suatu zat dikatakan asam apabila menjadi donor proton (H+) dan dikatakan sebagai basa apabila bertindak sebagai acceptor/penerima proton (H+).Asam-basa Lewis menyatakan bahwa suatu zat dikatakan asam apabila menerima pasangan elektron dan dikatakan basa apabila menjadi donor pasangan elektron.

Kekuatan asam (Ka) dinyatakan sebagai rasio antara jumlah mol ion H+ yang terbentuk dengan jumlah mol larutan asam mula-mula. Sedangkan Kekuatan basa (Kb) dinyatakan sebagai rasio antara jumlah mol ion OH- yang terbentuk dengan jumlah mol larutan basa mula-mula. Semakin kecil nilai Ka dan Kb maka asam dan basa digolongkan ke dalam asam lemah dan basa lemah. contoh asam kuat adalah HCl, HBr, HI, HNO3 H2SO4, HClO4, HClO3 dll. Contoh asam lemah adalah H3PO4, H2S, HCN, HCOOH, CH3COOH, HNO2, HF dll. Contoh basa kuat adalah KOH, NaOH, Mg(OH)2, Ba(OH)2 dll sedangkan contoh basa lemah adalah NH4OH.

konsentrasi ion H+ dalam asam dinyatakan dengan:

Asam kuat : [H+] = Ma x a

Asam lemah : [H+] = √Ka x Ma

Sedangkan derajat keasamaan dinyatakan dengan:

pH = – log [H+]

konsentrasi ion OH- dalam basa dinyatakan dengan:

Basa kuat : [OH-] = Mb x b

Basa lemah : [OH-] = √Kb x Mb

Sedangkan derajat keasamaan dinyatakan dengan:

pOH = – log [OH-]

pH = 14 – pOH

Ketika larutan asam dan basa dicampurkan maka akan terjadi reaksi penetralan menghasilkan garam dan molekeul air, misalnya:

HCl + NaOH ⇒ NaCl + H2O

HCl adalah asam kuat, NaOH adalah larutan basa kuat, NaCl adalah garam yang dihasilkan. Pada reaksi penetralan ini HCl yang semula memiliki pH < 7 jika ditambahkan NaOH dengan pH > 7 maka akan tercapai kondisi ekuivalen yaitu ketika:

Ma x Va x a = Mb x Vb x b

Pada kondisi ekuivalen akan tercapai pH pada kisaran 7. karena garam NaCl bersifat netral

Pelajari Lebih lanjutAsam Kuat pada link brainly.co.id/tugas/6578158Derajat Keasaman pada link brainly.co.id/tugas/9091576Pengukuran pH pada link brainly.co.id/tugas/15386666Detail Tambahan

Kelas : XI SMA

Mapel : Kimia

Materi : Larutan Asam Basa

Kode : 11.7.5

Kata Kunci : Asam, Basa, teori Arrhenius, Teori Bronsted-Lowry, Teori Lewis

14. Perubahan pH pada titrasi basa lemah dengan asam kuat digambarkan oleh kurva

Titrasi asam basa merupakan reaksi asam dan basa dengan prinsip penetralan. Asam dan basa bereaksi menghasilkan air. Jumlah asam dan basa yang bereaksi akan menentukan pH larutan yang terbentul. Campuran asam dan basa memungkinkan larutan membentuk campuran netral, sistem penyangga maupun hidrolisis garam.

Pembahasan

Titrasi adalah salah satu metode analisis kimia untuk menentukan kons
entrasi suatu larutan dengan cara mereaksikan dengan zat yang telah diketahui konsentrasinya. Prinsip titrasi asam basa dengan mereaksikan asam dengan basa dengan reaksi penetralan.

Proses titrasi asam basa digambarkan dengan suatu grafik yang disebut dengan grafik titrasi asam basa, yang menyatakan perubahan pH selama proses titrasi.

Titrasi asam basa dibedakan menjadi empat jenis, yaitu :

a. Titrasi asam kuat – basa kuat

Salah satu contoh titrasi asam kuat dengan basa kuat adalah titrasi antara larutan HCl dengan larutan NaOH. Pada saat titik ekuivalen tercapai, semua larutan HCl habis bereaksi dengan larutan NaOH membentuk garam NaCl dan air. Oleh karena garam NaCl tidak terhidrolisis maka pH larutan pada titik ekuivalen adalah 7. Titik ekuivalen pada titrasi ini dapat diamati dengan indikator metil merah , bromtimol biru dan fenoftalein.

b. Titrasi basa kuat – asam kuat

Salah satu contoh titrasi basa kuat dengan asam kuat adalah titrasi antara larutan KOH dengan larutan HCl. Pada saat titik ekuivalen tercapai, semua larutan KOH habis bereaksi dengan larutan HCl membentuk garam KCl dan air. Oleh karena garam KCl tidak terhidrolisis maka pH larutan pada titik ekuivalen adalah 7. Titik ekuivalen pada titrasi ini dapat diamati dengan indikator metil merah , bromtimol biru dan fenoftalein.

c. Titrasi asam lemah – basa kuat

Salah satu contoh titrasi asam lemah dan basa kuat adalah titrasi antara larutan CH₃COOH dengan larutan NaOH. Pada saat titik ekuivalen tercapai, semua larutan CH₃COOH habis bereaksi dengan larutan NaOH membentuk garam CH₃COONa dan air. Oleh karena garam CH₃COONa terhidrolisis sebagian dan bersifat basa maka pH larutan pada titik ekuivalen lebih besar dari 7. Titik ekuivalen pada titrasi ini dapat dapat diamati dengan indikator fenoftalein.

d. Titrasi basa lemah – asam kuat

Salah satu contoh titrasi basa lemah dengan asam kuat adalah titrasi antara larutan NH₄OH dengan larutan HCl. Pada saat titik ekuivalen tercapai, semua larutan NH₄OH habis bereaksi dengan HCl membentuk garam NH₄Cl dan air. Oleh karena garam NH₄Cl terhidrolisis sebagian dan bersifat asam maka pH larutan pada titik ekuivalen kurang dari 7. Titik ekuivalen pada titrasi ini diamati dengan indikator metil merah.

Pelajari lebih lanjut

1. Materi tentang larutan penyangga brainly.co.id/tugas/10353165

2. Materi tentang penyangga asam brainly.co.id/tugas/54871

3. Materi tentang penyangga basa brainly.co.id/tugas/14443221

—————————–

Detil jawaban Kelas: XI  Mapel: KimiaBab: Titrasi Asam BasaKode: 11.7.9

Kata Kunci: buffer, penyangga, asam, basa, garam

15. Grafik perubahan ph pd titrasi larutan dgn naoh

cek lampirannya ya

#ChemistryIsFun

16. Perhatikan kurva perubahan harga pH pada titrasi CH3COOH dengan NaOH berikut!Daerah kurva yang merupakan larutan penyangga adalah​

Jawaban:

daerah kurva yang merupakan larutan penyangga adalah Z

17. Grafik perubahan harga pH pada titrasi larutan asam oksalat dengan larutan NaOH. Daerah kurva yang menunjukkan larutan bersifat penyangga? Kalo mau pakai gambar boleh aja

Asam oksalat adalah asam lemah sehingga memiliki pH pada rentang 3 < pH < 7. Jika dititrasi dengan asam kuat maka penambahan sedikit NaOH akan menghasilkan larutan penyangga asam. Pada sistem penyangga asam harga pH larutan akan cenderung stabil baik dengan penambahan NaOH maupun pengenceran. Selanjutnya terjadi perubahan pH secara drastis hingga mencapai titik ekuivalen. Pada titrasi asam lemah (asam oksalat) oleh basa kuat (NaOH), titik equivalen tercapai pada pH > 7.

Pembahasan

Asam dan basa merupakan zat imia yang umum kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Pernahkah kalian mengamati soda kue, cuka dan asam sitrun? Soda kue adalah contoh bahan makanan yang bersifat basa, sedangkan cuka masak dan asam sitrun adalah contoh zat yang bersifat Asam.

Untuk mengetahui apakah suatu zat bersifat asam atau basa maka tidak diakukan dengan mencium atau bahkan mencicipi zat tersebut, karena beberapa zat asam dan basa bersifat berbahaya. Asam Sulfat (H2SO4) dalam aki merupakan asam kuat dan akan melepuh jika mengenai kulit. Untuk menentukan apakah suatu zat dikatakan asam atau basa maka digunakan pH meter. Asam memiliki pH < 7 sedangkan basa memiliki pH>7.

Teori Asam-Basa dibagi menjadi beberapa bagian:

Asam-basa Arrhenius menyatakan bahwa suatu zat bersifat asam jika membentuk ion H+ ketika direaksikan dengan air. Suatu zat dikatakan basa apabila membentuk ion OH- keteika direaksikan dalam air. ion H+ adalah pembawa asam sedangkan ion OH- adalah pembawa basa.Asam-Basa Bronsted-Lowry menyatakan bahwa suatu zat dikatakan asam apabila menjadi donor proton (H+) dan dikatakan sebagai basa apabila bertindak sebagai acceptor/penerima proton (H+).Asam-basa Lewis menyatakan bahwa suatu zat dikatakan asam apabila menerima pasangan elektron dan dikatakan basa apabila menjadi donor pasangan elektron.

Kekuatan asam (Ka) dinyatakan sebagai rasio antara jumlah mol ion H+ yang terbentuk dengan jumlah mol larutan asam mula-mula. Sedangkan Kekuatan basa (Kb) dinyatakan sebagai rasio antara jumlah mol ion OH- yang terbentuk dengan jumlah mol larutan basa mula-mula. Semakin kecil nilai Ka dan Kb maka asam dan basa digolongkan ke dalam asam lemah dan basa lemah. contoh asam kuat adalah HCl, HBr, HI, HNO3 H2SO4, HClO4, HClO3 dll. Contoh asam lemah adalah H3PO4, H2S, HCN, HCOOH, CH3COOH, HNO2, HF dll. Contoh basa kuat adalah KOH, NaOH, Mg(OH)2, Ba(OH)2 dll sedangkan contoh basa lemah adalah NH4OH.

konsentrasi ion H+ dalam asam dinyatakan dengan:

Asam kuat : [H+] = Ma x a

Asam lemah : [H+] = √Ka x Ma

Sedangkan derajat keasamaan dinyatakan dengan:

pH = – log [H+]

konsentrasi ion OH- dalam basa dinyatakan dengan:

Basa kuat : [OH-] = Mb x b

Basa lemah : [OH-] = √Kb x Mb

Sedangkan derajat keasamaan dinyatakan dengan:

pOH = – log [OH-]

pH = 14 – pOH

Ketika larutan asam dan basa dicampurkan maka akan terjadi reaksi penetralan menghasilkan garam dan molekeul air, misalnya:

HCl + NaOH ⇒ NaCl + H2O

HCl adalah asam kuat, NaOH adalah larutan basa kuat, NaCl adalah garam yang dihasilkan. Pada reaksi penetralan ini HCl yang semula memiliki pH < 7 jika ditambahkan NaOH dengan pH > 7 maka akan tercapai kondisi ekuivalen yaitu ketika:

Ma x Va x a = Mb x Vb x b

Pada kondisi ekuivalen akan tercapai pH pada kisaran 7. karena garam NaCl bersifat netral

Pelajari Lebih lanjutAsam Kuat pada link brainly.co.id/tugas/6578158Derajat Keasaman pada link brainly.co.id/tugas/9091576Pengukuran pH pada link brainly.co.id/tugas/15386666Detail Tambahan

Kelas : XI SMA

Mapel : Kimia

Materi : Larutan Asam Basa

Kode : 11.7.5

Kata Kunci : Asam, Basa, teori Arrhenius, Teori Bronsted-Lowry, Teori Lewis

18. gambarkan kurva titrasi untuk penambahan 15mL larutan KOH 0,1 M ke dalam 20 mL larutan HCl 0,05 M. Tentukan pH sebelum titrasi, pada titik ekuivalen, dan pada akhir titrasi ketika semua basa telah ditambahkan. Spesi apakah yang ada dalam larutan pada akhir titrasi?

Gambarkan kurv
a titrasi untuk penambahan 15 mL larutan KOH 0,1 M ke dalam 20 mL larutan HCl 0,05 M. Tentukan pH sebelum titrasi, pada titik ekuivalen, dan pada akhir titrasi ketika semua basa telah ditambahkan. Spesi apakah yang ada dalam larutan pada akhir titrasi?

Jawab :

pH larutan sebelum titrasi

Larutan HCl merupakan analit sedangkan larutan KOH merupakan larutan standar atau titran, sehingga pH sebelum titrasi merupakan pH asam kuat HCl.

pH larutan HCl sebelum titrasi :

HCl(aq) → H⁺(aq) + Cl⁻(aq)

0,05 M   ≈ 0,05 M

[H+] = 0,05 M = 5 x 10⁻² M

pH = – log [H⁺]

    = – log 5 x 10⁻²

    = 2 – log 5

Jadi, pH larutan HCl sebelum dititrasi adalah 2 – log 5

pH larutan pada saat titik ekuivalen

Reaksi antara basa kuat KOH dengan asam kuat HCl akan menghasilkan garam dan air. Persamaan reaksinya yaitu :

HCl(aq) + KOH(aq) → KCl(aq) + H2O(l)

pH larutan pada saat mencapai titik ekuivalen merupakan titik yang menunjukkan jumlah mol ion H⁺ sama dengan jumlah ion OH- yaitu pada saat penambahan 10 ml KOH 0,1 M, sehingga mol asam kuat HCl dan mol KOH sama-sama habis bereaksi. Dengan demikian, pH larutan pada saat titik ekuivalen ditentukan dari pH garam KCl yang terbentuk pada reaksi.

Garam KCl merupakan garam yang tidak terhidrolisis sehingga pH larutan garam KCl = 7.

Jadi, pH larutan pada saat titik ekuivalen adalah 7

pH larutan pada akhir titrasi

              HCl(aq) + KOH(aq)    → KCl(aq) + H₂O(l)

Mula² 1 mmol  1,5 mmol

Bereaksi – 1 mmol  – 1 mmol     + 1 mmol

=======================================

Sisa              0       0,5 mmol       1 mmol

Mol HCl mula-mula = 0,05 M x 20 ml = 1 mmol

Mol KOH mula-mula = 0,1 M x 15 ml = 1,5 mmol

Berdasarkan persamaan reaksi diatas, mol HCl habis bereaksi sehingga pH larutan ditentukan dari mol basa kuat KOH yang tersisa.

[KOH] = mol KOH sisa / volume larutan total

         = 0,5 mmol / 35 ml

         = 0,014 M

KOH(aq) → K⁺(aq)     + OH⁻(aq)

0,014 M ≈  0,014 M     0,014 M

[OH-] = 0,014 M = 1,4 x 10⁻² M

pOH = – log [OH-]

        = – log 1,4 x 10⁻²

        = 2 – log 1,4

pH = 14 – pOH

    = 14 – (2 – log 1,4)

    = 12 + log 1,4

Jadi,  

pH larutan pada akhir titrasi ketika semua basa telah ditambahkan adalah 12 + log 1,4spesi yang adalah dalam larutan pada akhir titrasi adalah basa KOH, garam KCl dan air (H₂O).

Gambar kurva titrasi terlampir pada gambar

Pembahasan

Titrasi merupakan mereaksikan larutan asam dengan larutan basa yang bertujuan untuk mengetahui konsentrasi larutan asam atau larutan basa.

Terdapat larutan standar atau titran yaitu larutan yang sudah diketahui konsentrasinya (dalam satuan molaritas), serta larutan analit yaitu larutan yang dicari konsentrasinya.

Titik ekivalen merupakan titik yang menunjukkan jumlah mol ion H⁺ sama dengan jumlah ion OH⁻. Dengan demikian, rumus untuk menghitung konsentrasi larutan dalam percobaan titrasi yaitu :

Jumlah mol ion H⁺ = jumlah mol ion OH-  

Va x Ma x valensi asam = Vb x Mb x valensi basa  

Keterangan :

Va : volume larutan asam    

Ma : molaritas larutan asam

Vb : volume larutan basa

Mb : molaritas larutan basa  

Valensi asam menunjukkan jumlah ion H⁺ yang dihasilkan dari ionisasi asam, sedangkan valensi basa menunjukkan jumlah ion OH⁻ yang dihasilkan dari ionisasi basa.

Berikut adalah jenis titrasi asam basa  

Titrasi asam kuat dengan basa kuat atau basa kuat dengan asam kuat memiliki titik ekivalen saat pH larutan sama dengan 7Titrasi basa kuat dengan asam lemah memiliki titik ekivalen saat pH larutan lebih dari 7Titrasi asam kuat dengan basa lemah memiliki titik ekivalen saat pH larutan kurang dari 7  Pelajari lebih lanjut  

1. Penentuan konsentrasi https://brainly.co.id/tugas/21786363

2. Titrasi basa lemah dengan asam kuat https://brainly.co.id/tugas/22006169

Detil jawaban  

Kelas: 11

Mapel: Kimia

Bab: Titrasi asam basa

Kode: 11.7.9

Kata Kunci: titrasi asam kuat dengan basa kuat

19. Hubungan kurva perubahan harga pH pada titrasi asam basa dengan larutan penyangga dan hidrolisis

Hubungan nya adalah menunjukkan adanya perubahan Ph yang terjadi saat proses titrasi asam basa dengan penyangga maupun hidrolisis

Video Terkait