Jawaban Tema 7 Kelas 6 Halaman 75

  Edukasi
Jawaban Tema 7 Kelas 6 Halaman 75

kunci jawaban tema 7 kelas 6 halaman 75​

1. kunci jawaban tema 7 kelas 6 halaman 75​

Jawaban:

soal nya mana??

Penjelasan:

sorry gak membantu

Jawaban:

1.Mengapa kepala sekolah pada cerita di atas menjadi pemimpin idola?

jawaban : tekad dan usahanya mendukung kemajuan muridnya sungguh menyentuh hati

2. Apakah kepala sekolah pada cerita sudah mengamalkan nilai-nilai persatuan? jelaskan

jawaban: ya karena Pak Weli sudah rela berusaha sangat keras demi membantu anak muridnya yaitu Sudin

3. Apakah kepala sekolah sudah menerapkan nilai-nilai kerakyatan? jelaskan

jawaban: ya karena sebelumnya pak Weli ingin memanen pisang yang ada di belakang sekolah Pak Weli terlebih dulu bermusyawarah dengan para guru yang lain

4. Apa alasan kepala sekolah membantu Sudin untuk mengikuti lomba pidato?

jawaban : karena kepala sekolah mengetahui karakter sudin yang gemar membaca, percaya diri, dan berkomunikatif

5. apa yang bisa kita teladani dari sosok kepala sekolah tersebut ?

jawaban : bersikap kemanusiaan

6. Apakah yang menyebabkan Sudin akhirnya dapat pergi mengikuti kompetisi ? jelaskan!

jawaban: karena sudin tidak ingin mengecewakan Pak Welly yang sudah berusaha sangat keras untuk mengikutkan sudin berlomba pidato

7. Bagaimana menurutmu hubungan antara kepala sekolah dengan Bupati ,kepala dinas, &pejabat daerah lainnya? Apa yang membuatmu menyimpulkan seperti itu ?

jawaban : hubungan antara kepala sekolah Bupati kepala dinas dan pejabat daerah lainnya baik dan akrab

Penjelasan :

maaf kalau salah

2. kunci jawaban tema 7 subtema 1 pembelajaran 6 kelas 5 halaman 75-76TOLONG JAWAB YA KAKAKSEBENTAR LAGI MAU DI KUMPUL​

Jawaban:

Hal. 75

1. Mempelajari kesenian dari daerah lain

Setuju, Alasan : Dengan mempelajari kesenian daerah lain, berarti turut melestarian kebudayaan bangsa Indonesia sendiri

2. Mengagung-agungkan suku bangsanya sendiri

Tidak setuju, Alasan : Akan menimbulkan permusuhan dengan suku bangsa Indonesia lainnya

3. Memilih ketua kelas berdasarkan kesamaan daerah asal

Tidak setuju, Alasan : Karena telah melakukan diskriminasi dan sikap tidak menghormati perbedaan dengan suku lain

4. Memilih-milih teman berdasarkan kesamaan daerah asal

Tidak setuju, Alasan : Karena telah melakukan diskriminasi dan sikap tidak menghargai dan menghormati perbedaan yang ada

5. Tidak mengikuti upacara bendera

Tidak setuju, Alasan : Tidak menunjukkan sikap/nilai cinta tanah air dan bangsa

6. Mengibarkan bendera merah putih setiap hari besar kenegaraan

Setuju, Alasan : Menunjukkan sikap/nilai-nilai cinta tanah air dan bangsa

7. Mempelajari bahasa asing

Setuju, Alasan : Menambah wawasan dan pengetahuan serta memperluas pergaulan dengan bangsa-bangsa lain

8. Berdiam diri di rumah ketika ada kegiatan kerja bakti di lingkungannya

Tidak setuju, Alasan : Tidak menerapkan nilai-nilai gotong royong, kebersamaan dan nilai persatuan dan kesatuan

9. Lebih memilih memberi upah kepada orang lain untuk menggantikannya dalam kegiatan ronda malam

Tidak setuju, Alasan : Tidak menerapkan nilai-nilai gotong royong, kebersamaan dan nilai persatuan dan kesatuan

Hal.76

Bagaimanakah peranan perempuan pada masa kini? Tulislah npendapatmu pada kotak berikut ini.

Jawaban:

Jawaban Pendek

Peran pergerakan perempuan dalam perjuangan mencapai persatuan dan pembebasan indonesia dari penjajahan adalah dengan:

1. Meningkatkan kesetaraan dan harkat perempuan

2. Membangun semangat kebangsaan atau nasionalisme di kalangan perempuan

3. Menyatukan dan meningkatkan kerjasama dari perempuan dari berbagai latar berlakang suku dan agama

Jawaban Panjang:

Seiring dengan masa Kebangkitan Nasional, organisasi pergerakan berdiri, dimulai dari Poetri Mardika yang didirikan tahun 1912. Organisasi perempuan lainya adalah Aisyah,” sayap perempuan dalam gerakan Muhammadiyah yang terbentuk pada tahun 1917

Organisasi ini berjuang meningkatkan harkan perempuan yang pada masa itu sangat memprihatinkan. Kaum perempuan pada masa sebelum kemerdekaan dikekang dengan berbagai tradisi, seperti kawin paksa, perkawinan dengan lelaki yang umurnya jauh berbeda, serta diskrimi
nasi seperti sulitnya kaum perempuan mendapatkan pendidikan.

Para pejuang perempuan seperti Kartini, Rasuna Said, Maria Walanda Maramis dan Dewi Sartika berupaya untuk meningkatkan pendidikan dengan membuka sekolah-sekolah perempuan dan menulis tulisan yang mengajak untuk meninggalkan budaya yang mengekang perempuan.

Organisasi pergerakan perempuan juga mempelopori pergerakan untuk mencapai kemerdekaan Indonesia. Pergerakan ini ditandai dengan diselenggarakannya Kongres Perempuan Indonesia nasional pertama yang diselenggarakan di Yogyakarta pada bulan Desember 1928.

Sekitar 30 organisasi perempuan Indonesia ikut serta, dan dalam kongres ini dibentuk pula Persatoean Perempoean Indonesia (PPI), yang kemudian diubah menjadi Perikatan Perhimpoenan Istri Indonesia (PPII).

Kongres Perempuan nasional berikutnya diadakan di Jakarta (1935), Bandung (1938), dan Semarang (1941), dalam mana perjuangan nasional berangsur-angsur semakin menonjol. Dalam kongres 1935 terbentuklah Kongres Perempuan Indonesia (KPI), dan dengan demikian PPII dibubarkan.

Maaf kalo salah:(

3. Tugas tema 7 kelas 6 halaman 75 dan 76 1. Mengapa kepala sekolah pada cerita di atas menjadi pemimpin idola? 2. Apakah kepala sekolah pada cerita sudah mengamalkan nilai-nilai persatuan? Jelaskan! 3. Apakah kepala sekolah sudah menerapkan nilai-nilai kerakyatan? Jelaskan! 4. Apa alasan Kepala sekolah membantu sudin untuk mengikuti lomba pidato? 5. Apa yang bisa kita teladani dari sosok kepala sekolah tersebut?6. Apakah yang menyebabkan sudin akhirnya dapat pergi mengikuti kompetisi? Jelaskan! 7. Bagaimana menurutmu hubungan antara kepala sekolah dengan bupati kepala dinas, dan pejabat daerah lainnya? apa yang membuatmu menyimpulkan seperti itu? TOLONG BANTU JAWAB YA ​

Jawaban:

Sy bantu jwb yyaa

1. Karena mempunyai sifat rela berkorban, pantang menyerah, peduli dengan murid, cerdas dalam menghadapi masalah dan dalam mengambil tindakan.

2. Sudah mengamalkan nilai-nilai persatuan, Dengan tidak membeda-bedakan asal usul murid, sehingga antar murid timbul kebersamaan dan rasa persatuan.

3. Sudah menerapkan nilai-nilai kerakyatan, dengan kemampuan pak Kepala Sekolah mengetahui karakter masing-masing siswa. Kemampuan mengetahui karakter siswa ini hanya bisa diperoleh jika berbaur dengan murid-murid.

4. Karena kepala sekolah tahu kemampuan dan karakter Sudin yang suka membaca, percaya diri, serta komunikatif.

5. Sikap merakyat/turun ke bawah, kreatif penuh ide, peduli dengan siswa, rela berkorban, mampu menjaga persatuan dengan tidak membeda-bedakan siswa dan pantang menyerah.

6. Sudin mendapatkan dana yang cukup untuk mengikuti lomba di kota.  Dana itu diperoleh melalui pelelangan pisang yang ada di belakang.

7. Hubungan yang sangat baik dan akra, karena para pejabat tinggi tersebut mau menghadiri undangan kepala sekolah, walaupun para pejabat tersebut merupakan orang-orang sibuk.

Semoga Bermanfaat! ^o^

Video Terkait